Profesor Otodidak bukanlah gelar akademik dari bangku kuliah. Nama ini lahir dari perjalanan nyata seorang anak desa yang haus akan ilmu teknologi, yang belajar secara mandiri dari nol hingga mampu memperbaiki ribuan unit elektronik dan mengembangkan aplikasi sendiri.
Rasa ingin tahu terhadap dunia elektronik mulai tumbuh saat saya duduk di bangku Kelas 4 Madrasah Ibtidaiyah (MI). Waktu itu, saya sering mengamati televisi bekas yang rusak di rumah nenek. Saya penasaran kenapa gambar bisa muncul, kenapa suara bisa keluar. Tanpa bimbingan formal, saya mulai membongkar perangkat satu per satu. Setiap sekrup yang terbuka adalah petualangan baru. Setiap kabel yang putus adalah teka-teki yang harus dipecahkan.
Ibu saya kadang geleng-geleng kepala melihat TV yang semakin rusak setelah saya utak-atik. Tapi di balik itu, beliau selalu memberi ruang untuk saya belajar. Kegagalan demi kegagalan justru menjadi guru terbaik.
Memasuki jenjang SMP, saya menemukan mata pelajaran Elektronika dan Lembar Kerja Siswa (LKS). LKS bukan hanya tugas sekolah, tapi menjadi kitab suci pertama saya. Mulai dari memahami resistor, kapasitor, transistor, hingga IC — semuanya dipelajari dengan penuh semangat.
Teori di atas kertas saya praktikkan langsung. Saya belajar menyolder, mengukur tegangan dengan multimeter, membaca skema rangkaian. Perlahan tapi pasti, saya mulai bisa membedah logika sirkuit secara mendalam.
Awalnya saya hanya servis gratis untuk tetangga dan saudara. TV yang gambarnya redup, kipas angin yang mati, rice cooker yang tidak panas — semua saya kerjakan dengan senang hati. Setiap unit yang berhasil diperbaiki adalah kemenangan kecil yang mengukir keyakinan: "Ternyata saya bisa!"
Seiring waktu, dari mulut ke mulut, pelanggan mulai berdatangan. Kini, setelah lebih dari 15 tahun perjalanan, saya telah menangani ribuan unit elektronik: TV LED/LCD, speaker aktif, kulkas, AC, laptop, hingga perangkat audio mobil. Bukan hanya dari Pasuruan, tapi juga dari Pandaan, Beji, Bangil, Gempol, dan sekitarnya.
Belajar servis elektronik tidak membuat saya berhenti. Saya sadar bahwa teknologi terus berkembang. Maka saya mulai belajar pemrograman secara otodidak. Dari nol, saya pelajari HTML, CSS, JavaScript, hingga akhirnya bisa membuat aplikasi Android sendiri.
Sampai saat ini, saya telah mengembangkan berbagai aplikasi seperti Kalkulator Resistor, Data Transistor, Generator Suara AI, Nota Online, Yasin & Tahlil Digital, dan masih banyak lagi. Semua aplikasi ini saya buat untuk membantu sesama teknisi dan masyarakat umum.
Di bengkel Profesor Otodidak, kami tidak hanya "memperbaiki" perangkat. Kami menghidupkan kembali teknologi dengan pemahaman fundamental yang kokoh. Setiap servis kami berikan garansi 1 bulan, diagnosa gratis, dan antar jemput gratis untuk area sekitar. Harga kami transparan — tidak ada biaya tersembunyi.
Saya percaya bahwa bisnis yang berkelanjutan dibangun di atas kejujuran. Karena itu, sebelum mengerjakan servis, saya selalu menjelaskan estimasi biaya dan meminta persetujuan pelanggan terlebih dahulu. Selama bertahun-tahun, prinsip ini tidak pernah saya langgar.
Dusun Bengok Selatan RT.02 RW.09, Desa Beji, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur
📞 WhatsApp: 0856-4564-3061 (Fast Response, 08.00 - 21.00 WIB)
← Kembali ke Beranda